Powered by Blogger.

Labels

Showing posts with label Musisi. Show all posts
Showing posts with label Musisi. Show all posts

Monday, October 11, 2010

AB III Album Baru Alter Bridge

Band alternative rock asal US Alter Bridge merilis album ke-3 mereka AB III beberapa waktu lalu, sebelumnya mereka sukses merilis album "Blackbird" dan "One Day Remains".


AB III adalah salah satu album gitar tahun ini, menjadikan penawaran yang interns dan dinamis untuk membuktikan Alter Bridge terus tumbuh dan berkembang dengan albumnya masing-masing. “Kami pergi ke dalam proses menempatkan catatan bersama dengan banyak kepercayaan.” Ungkap Tremonti.



"AB III" track listing:



01. Slip To The Void

02. Isolation

03. Ghost Of Days Gone By

04. All Hope Is Gone

05. Still Remains

06. Make It Right

07. Wonderful Life

08. I Know It Hurts

09. Show Me A Sign

10. Fallout

11. Breathe Again

12. Coeur D'Alene

13. Life Must Go On

14. Words Darker Than Their Wings



Pada track Slip To The Void, hanya suara Myles Kennedy dan dukungan sedikit synth membuat suasana menjadi sangat gelap, disusul sabetan gitar Mike Tremonti yang terdengar tebal akan distorsi, berhenti sejenak dan sebuah riff classic Tremonti mulai dimainkan.




Continue Reading »

Saturday, July 31, 2010

Slash Live in Jakarta

Unlabel - Saul Hudson, lahir pada tanggal 23 Juli 1965 yang sudah dikenal dengan nama panggung “Slash” adalah salah satu pemain gitar rock terbesar sepanjang masa.


Slash telah menerima banyak penghargaan termasuk Hollywood Wall Of Fame bersama idolanya, Jimmy Page dan Jimi Hendrix, tahun 2007. Dengan ciri khas suara pada petikan gitarnya untuk hit “Sweet Child O’ Mine ‘dan’ Welcome To The Jungle”, membuktikan Slash adalah icon dari grup band rock Guns N’ Roses. Setelah Guns N’ Roses membubarkan formasinya, Slash mulai membuat proyek pribadinya, seperti Slash’s Snakepit dan Velvet Revolver. Slash juga membantu para musisi besar seperti Michael Jackson, Stevie Wonder sampai Ray Charles.



Setelah Guns N’ Roses terjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia, Slash melanjutkan dengan Slash’s Snakepit dan Velvet Revolver. Penggemarnya juga berbondong-bondong untuk meniru gaya Slash dalam Guitar Hero III: “Legend Of Rock”. Ia juga dikenal sebagai seorang gitaris yang memiliki lebih dari 100 gitar yang dibuat secara kostum.


Bekerjasama dengan beberapa musisi dengan genre yang berbeda, sebut saja Ozzy Osbourne, Iggy Pop, Alice Cooper, Cyprus, Chris Cornell, Myles Kennedy, Nicole Scherzinger, Steven Adler, Kid Rock, Dave Grohl dan Fergie, Slash melahirkan album terbaru, yang diberi judul “SLASH”. Album solo perdana ini sudah release bulan April 2010 lalu. Di Album “Slash” ini, “Beautiful Dangerous” yang dinyayikan oleh Fergie dan “By The Sword” oleh Andrew Stockdale of Wolfmother, sebagai salah satu track yang di jagokan oleh Slash sendiri. Album ini diproduksi oleh Eric Valentine (The All-American Rejects, Good Charlotte, Queens of the Tone Age). Slash telah memberikan konfirmasi bahwa ia tidak akan hanya bermain dari albumnya sendiri, tetapi juga lagu-lagu dari Guns N ‘Roses, Velvet Revolver, dan Slash’s Snakepit, serta lagu dari Myles Kennedy.


Rencananya Slash akan tampil tanggal 3 Agustus 2010 di Istora Senayan Jakarta, setelah konser sebelumnya kemarin 31 Juli 2010 sukses dilaksanakan di Jatim Expo Surabaya. Selain eks gitaris Guns N’ Roses ini (slash) akan bawain lagu-lagu dari G n’R, Slash Snakepit dan Velvet Revolver, beberapa personil band lengkap juga sudah konfirmasi untuk ikut main, seperti Myles Kennedy dari Allter Brigde (vokal), Bobby schneck (Rhytm Gitar), Todd Kerns (Bass) dan Brent Fitz (Drum) dipastikan akan mengawal Slash pada konsernya di Jakarta nanti.
Continue Reading »

Friday, February 26, 2010

Transformasi The Flowers

Masih ingat dengan tembang rock and mil Tolong Bu Dokter yang mencuat pada 1998? Flowers adalah proyek band, pemain bas Slank, Bonky. Formasi kala itu Boris (gitar), Bongky (bas), Njet (vokal), Cole (gitar) dan Chilink (drum).


Kematian Cole, keluarnya Bonky untuk bergabung dengan BIP dan Chilink yang membentuk Bunglon, membuat Flowers makin terbenam bahkan tidak sedikit anak muda masa kini yang awam atau asing dengan nama Flowers.Beruntung Zaid Barmansyah alias Njet (vokal) dan Boris Simanjuntak atau Boris (gitar), dua orang yang tersisa dari band ini yang menjadi pemrakarsa kembalinya band rock n roll ini.



Album pertama mereka, 17 Tahun Ke atas mungkin sekarang sudah jadi barang yang cukup langka, bersanding dengan album-album satu Uga seperti Kidnap Katrina atau Plastik.Dengan waktu tidur yang panjang, kabar kemunculan Flowers kembali di industri musik adalah suatu kabar gembira yang layak untuk dirayakan. Semuanya diawali 5 tahun yang lalu, tepatnya pada 2005 saat Njet dan Boris bertemu kembali dan mulai berjam-ming ria bersama di Pare, sebuah klab cutting edge yang cukup legendaris pada era milenium.


"Waktu di Pare gue nggak sengaja ketemu lagi sama Njet, kita jamming lagi, nah berasa chemistry-nya ketemu lagi, ya kenapa nggak diterusin," ungkap Boris.Pertemuan mereka membawa kepada pencarian dan gonta ganti personel lewat jamming dari panggung ke panggung sampai akhirnya mereka menemukan empat personel tambahan yaitu, Dado Darmawan (drum), Leonardo Maitimu (bass) dan Eugen Bounty (saksofon).


Flowers saat ini memang bukan yang pertama ketika membicarakan band lawas yang tampil kembali ke layar industri musik. Namun menjadi pertanyaan tersendiri untuk mengetahui alasan mereka kembali.Tidak terkecuali Flowers, yang kini bak menemukan pencerahan dan memutuskan menambah awalan The di depan. "Kenapa balik lagi, karena kita adalah musisi, dan kita harus berkarya, itu tidak bisa ditolak lagi, sudah ada di hati," ungkap Boris.Berbekal amunisi baru, The Flowers telah siap menduduki kembali industri musik. Bahkan album kedua mereka setelah lebih dari satu dekade absen, sudah bisa dinikmati bulan ini.


Dengan titel album Still Alive and Well, sebuah tajuk yang ibarat kisah perjalanan anak-anak muda yang dulu dikenal bandel sekarang berbalik menjadi musisi cadas insaf, tetapi tetap menyalak."Konsepnya sih hampir sama kaya dulu, mengalir saja. Namun bedanya kalau dulu drugs-involve sekarang lebih clean. Dulu memang kita masuk ke era psikedelik di mana kita mesti mabuk buat cari inspirasi, sekarang nggak, mengalirnya berbeda. Selebihnya tentang tema lagu dasarnya sama, apa yang kita rasakan dengan apa yang kita lihat," tutur Boris tentang album baru mereka.


Secara format musik para penggemar mereka tidak akan lagi mendengar sound ala 1970-an yang kerap menjadi ciri khas mereka. "Benang merahnya masih pada 1970-an tapi untuk sekarang kami lebih bebas untuk eksplorasi sound yang kita ingin dengar," ujar Njet.Hanya saja, perubahan itu bukan tidak ada kekhawatiran, justru tantangan terbesar datang dari die hard fans yang masih berharap konsep musik yang seperti dulu.


Tidak hanya format musik. The Flowers pun sekarang melakukan perubahan dengan menerapkan pola indie dalam distribusi album, sebagai strategi bisnis yang ditempuh.Menurut mereka indie adalah sebuah jalan alternatif yang mungkin awalnya pergerakan orang yang tidak dapat tempat di industri musik di pangsa pasar yang lebih besar. "Kami realistis dengan kondisi kami yang ada sekarang".


Industri musik terus bergulir, dulu dan sekarang memang berbeda, tetapi The Flowers tetaplah Flowers yang dikenal. Hanya sekarang mereka punya wajah, kemasan dan strategi baru."Namanya juga 10 tahun, pastinya ada perbedaan, tapi yang jelas dari dulu kita selalu ngelakuin apa yang kita mau," tutup Boris. Dan format itu yang masih mereka bawa sampai saat ini. Selamat datang, The Flowers!
Continue Reading »

Tuesday, August 4, 2009

Mr. Big Ramaikan Java RockinLand 2009

Sebelumnya saya pernah memposting video terbaru Mr. Big, setelah lama tak tersiar kabar, akhirnya mereka bersatu kembali dengan membuat video klip dan memulai tour wisata mereka yang dimulai Juni 2009. Kabar baiknya lagi mereka mampir ke Indonesia dan akan ikut meramaikan perhelatan musik rock terbesar Java RockinLand 2009.


Mr. Big, mendengar nama grup band hard rock yang terbentuk sejak 1988 ini, kita pasti akan langsung teringat dengan lagu-lagu lawasnya, seperti "Wild World", "Just Take My Heart", atau "To Be With You".





Lagu-lagu tersebut memang sangat populer di era 90-an, dan sampai sekarang saya sering mendengar lagu mereka. Ya mungkin lagu-lagu tersebut bisa dibilang menjadi lagu wajib bagi para pecinta rock klasik. Selain itu, Mr. Big juga selalu menghasilkan lagu yang bisa dinikmati sepanjang masa, dari generasi ke generasi.


Enam album yang telah mereka rilis selalu menempati jajaran album terlaris di masanya. Album pertamanya "Mr. Big" yang diluncurkan pada tahun 1989 berhasil menduduki tangga lagu Billboard 100 dan meraih penjualan Gold.


Tiga album berikutnya putn tak kalah sukses, dengan merajai tangga lagu Billboard 100 dan meraih beberapa kali penjualan platinum di Amerika dan Jepang. Meskipun sempat bubar pada tahun 2002. Album Mr. Big tetap diproduksi dan tetap laku dipasaran.
Continue Reading »

Thursday, July 9, 2009

Duff McKagan

Pada era 1980-an akhir hingga 1990-an awal, siapa penggemar musik metal yang tidak mengenal Duff McKagan? Bersama Guns 'N Roses, Duff mencapai sukses yang tidak terkira di dunia musik cadas.


Pada saat Guns 'N Roses bubar, semua orang mengira Duff akan tenggelam, seperti bintang-bintang rock lainnya yang terkubur bersama puing-puing band mereka. Siapa mengira ternyata Duff dapat bangkit kembali pada tahun 2004 bersama band barunya "Velvet Revolver" bersama dengan Slash dan Matt Sorum (eks Guns 'N Roses). Duff menggebrak dunia musik metal, seakan-akan memberikan pesan kepada kita "Welcome Back to The Jungle".



Ternyata bila anda mengenal Duff, anda akan terkejut. Bukan karena comeback-nya bersama Slash dan Matt Sorum dalam Velvet Revolver, tetapi Duff ternyata kembali ke bangku kuliah. Diwaktu senggangnya, bassist andalan Velvet Revolver ini rupanya menyempatkan diri untuk kuliah di Seattle mengambil jurusan Finance dan Matematika.



"Matematika itu mudah, saya banyak mengambil courses mengenai matematika, yaitu aljabar dan business. Dan anda tahu, matematika sangat berhubungan dengan musik. Matematika itu seperti sebuah puzzle. Kami semua (Duff, Slash, Matt) tidak ada yang bisa membaca not musik. Sehingga kami harus mengingat dan menghitung sequences dari lagu-lagu yang kami mainkan. Misalnya, ada berapa verse? Apakah verse kita akan menuju kepada pre-chours? Berapa kali? Menulis lagu adalah sama dengan sebuah persamaan matematika. Yang perlu kita lakukan adalah memasukkan sedikit feeling kedalam persamaan tersebut!" begitu kata Duff.



Tentang berdirinya Velvet Revolver, Duff menjawab "Sebetulnya kami tidak merencanakannya sama sekali, semuanya berjalan dengan sendirinya. Kebetulan Slash, Matt dan saya bermain dalam sebuah konser amal di Los Angeles untuk sahabat kami Randy Castillo. Josh Todd dari Buckcherry bernyanyi untuk kami, dan juga Steven Tyler dari Aerosmith. Entah kenapa, kami bertiga merasa sangat senang bisa bermain kembali. Kami bertiga merasa memiliki sesuatu yang spesial saat bermain bertiga. Akhirnya kami memutuskan untuk membentuk band bersama."

"Matt berkata bahwa dia ingin agar sound kami kedengaran modern. Orang ini hebat sekali. Dia selalu bisa menciptakan groove-groove yang hebat, dan segera terciptalah sebuah lagu. Kemudian kami merekrut Scott Weiland (eks Stone Temple Pilots) untuk bernyanyi. Dia adalah seorang melody writer yang hebat. Lalu kami mencari seorang gitaris untuk menemani Slash. Tidak mudah mencari orang yang dapat mengiringi Slash, sebab orang tersebut harus memainkan sesuatu yang berbeda dengan Slash, dengan kata lain, gaya bermainnya tidak boleh sama dengan Slash. Dave Kushner ternyata sangat cocok dengan yang kami cari, dia bisa bermain sama seperti Izzy Stradlin (eks gitaris pertama GNR)."



"Dalam songwriting, semua merupakan proses yang kami jalani bersama. It's a band process! Slash biasanya memiliki sebuah riff baru, dan dia akan memainkannya. Kemudian kami akan memainkan seperti yang dia inginkan, atau malah kami balik menjadi sesuatu yang berlawanan. Kemudian Matt mulai memasukkan suara drum, dan saya memasukkan suara bassnya. Setelah itu, Matt dan Scott akan merekamnya ke dalam Pro Tools dan mengerjakan editing. Saya sendiri kurang suka dengan teknologi tersebut. Saya berusaha untuk tidak terperangkap dalam teknologi Pro Tools. Saya adalah seorang pemain bass. Melodi yang ditulis Scott sangat kompleks, sehingga untuk mengimbanginya saya harus bermain sederhana. Dan saya kira memang di situlah tempat bass bagi saya. Lagu-lagu Velvet Revolver tidak sulit dimainkan, tapi justru di sinilah pentingnya permainan bass sebagai penjaga groove. Maka dari itu saya sekarang berada pada "kantong" yang sama dengan Matt. Dalam lagu kami, groove sangat penting".



Duff menerangkan tentang peralatan yang digunakannya. "Saya menggunakan Fender Jazz Bass keluaran '80-an, yang dilengkapi dengan Seymour Duncan Hot Stack Pickup. Saya memakai Rotosound String. Untuk bermain live, saya sering menggunakan Music Man bass, tapi saat recording saya kembali ke Fender.



Untuk amps, saya penggemar Gallien-Krueger. Baik studio maupun tur, saya memakai 2001RB head ke dalam dua G-K RBH 4x10 cabinet, dan sebuah 800RB Head ke dalam G-K 2x15 (dan sebuah 8x10 cabinet yang khusus untuk touring) supaya mendapatkan distorsi yang bagus. Agar lebih menggigit, kadang-kadang saya memakai Marshall JMP Guitar Head, THD Hot Plate Power Soak, dan cabinet Marshall 1x12. Saya sangat menyukai kombinasi G-K Bottom dan Marshall. Anda perlu tahu, saya masih menggunakan rig yang sama dengan yang saya pakai di Guns 'N Roses. dan rig ini tidak pernah rusak". Duff juga menggunakan Dunlop Tortex Pick, straps dan straplocks. Untuk efek, Duff kadang-kadang menggunakan MXR M-80 distortion box, dan Z-Vex Wolly Mammoth (bisa didengarkan dalam lagu Set Me Free yang menjadi soundtrack film "Hulk").
Continue Reading »

Friday, June 26, 2009

Jimi Hendrix

Patung musisi legendaris Jimi Hendrix di jalan Broadway, Seattle, itu seolah membuktikan kepada dunia bahwa karyanya masih hidup hingga saat ini.


James Marshall "Jimi" Hendrix dilahirkan di Seattle-Washington, 27 November 1942, pria kulit hitam ini masih menjadi pujaan para pengagumnya. Musik telah melambungkan namanya, bersama The Jimi Hendrix Experience (kelompok musik rock yang dipimpinnya) Jimi sempat melahirkan lagu-lagu seperti Voodoo Child, Little Wings, Purple Haze, Foxey Lady dan lainnya.



Jimi Hendrix meninggal pada usia muda, tanggal 18 September 1970 di Hotel Samarkand, 22 Lansdowne Crescent, London. Diduga Jimi meninggal akibat Overdosis.


Meski demikian, aliran musik Jimi Hendrix yang banyak mengeksplorasi bunyi dan gitarnya yang banyak mempengaruhi kelompok musik. Hadirnya jenis musik Grunge yang diusung kelompok Pearl Jam dan Nirvana merambah dunia.







Continue Reading »

Tuesday, June 23, 2009

Creed Bangkit Lagi

Setelah berbulan-bulan santer terdengar bahwa Creed akan reuni lagi, akhirnya beberapa waktu lalu Mark Tremonti Cs secara resmi mengumumkan bahwa band ini akan reuni sambil melakukan tour dan mengerjakan album baru. Bagaimana dengan nasib Alter Bridge?


Dari berbagai sumber bahwa trio Mark Tremonti, Brian Marshall dan Scott Phillips tetap memprioritaskan Alter Bridge yang sedang menunggu proses pengerjaan album ke-3 di studio. Album terbaru Alter Bridge diperkirakan akan rilis pada 2010. Awalnya reuni Creed diperkirakan ada sangkut pautnya dengan rumor akan bergabungnya Myles Kennedy dalam tour konser Led Zeppelin sebagai vocalis pengganti Robert Plant.



Creed sendiri dikabarkan sedang dalam proses pengerjaan album terbarunya. Single pertama dari album ini rencananya akan dirilis sebelum tour konser reuni dimulai. Tour konser reuni Creed akan dimulai bulan Agustus dan berakhir di bulan Oktober. Setelah itu trio Mark Tremonti, Brian Marshall dan Scott Phillips akan kembali ke Alter Bridge untuk penggarapan album baru.
Continue Reading »

Monday, June 15, 2009

Purgatory Islamic Death Metal Band

Wow…dari judul diatas apa yang anda pikirkan? Band metal yang identik dengan musik cadas dan gak jelas atau yang lainnya. Sepintas anda berpikir seperti itu, karena yang namanya band metal cenderung dengan musik yang bising dan identik dengan setan atau iblis. Mungkin ada sebagian band metal identik dengan setan atau iblis, tapi berbeda dengan band yang satu ini. Band asal Jakarta Purgatory memang beraliran metal, tapi dalam lirik-lirik lagu mereka itu religius yang menyampaikan pesan-pesan agar kita ingat kepada yang Kuasa. Lagu bernafas religius gak cuma didominasi sama band-band pop, banyak band-band underground yang menulis lagu-lagu religius dan mereka gak perlu nunggu bulan puasa atau lebaran untuk menulis lagu-lagu religius, ya setidaknya nggak ada motif kesengajaan untuk berkomersil ria dari mereka.




Tanya sama semua anak metal, siapa yang gak kenal Purgatory??? semua pasti bilang kalo Purgatory adalah band metal religius. Ya, imej religi ini memang menempel sangat erat di mereka. Sampai-sampai, nggak sedikit yang menjuluki mereka band metal religi, atau menyebutkan Purgatory sebagai band Islamic Death Metal.



Kenapa mereka disebut Islamic Death Metal? Ya, karena memang mereka menulis lagu yang isinya pesan-pesan yang positif dari perjalan hidup mereka dan dalam menulis lagu mereka juga mengambil intisari dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Bahkan ada sebagian lirik lagu mereka yang diambil dari Al Qur’an Surat Ar Rahman ayat 13.



Anda pasti bertanya, apakah mereka menerapkan apa yang mereka sampaikan dalam kehidupan sehari-hari?



Jawabannya YA. “gue ngeband sama halnya kayak gue ngejalanin ibadah, syi’ar lah kalo bahasa Islamnya,” sahut si Amor. Dan mereka rutin mengadakan pengajian 2 kali dalam seminggu. Dan mereka terbuka juga buat siapa aja yang mau ikutan. Ok…brow, bagi anda yang beranggapan miring tentang musik metal, mungkin ini bisa mengurangi anggapan anda tentang musik metal.
Continue Reading »

Tuesday, June 9, 2009

Mr. Big Come Back Again

Anda masih ingat single Will World, To Be With You, Green Tinted Sixties Mind, yang menjadi hits pada era 90'an. Mr. Big grup band yang tertempa dalam sejarah rock selama awal 1990 kini mereka kembali lagi dengan formasi awal Eric Martin (Vocal), Paul Gilbert (Guitar), Billy Sheehan (Bass) dan Pat Torpey (Drum).



Inilah video clip terbaru Mr. Big yang masih tetap memamerkan duet tapping Billy Sheehan dan Paul Gilbert seperti era Addicted To That Rush, video berjudul Next Time Around merupakan video clip Mr. Big Pertama yang kembali menampilkan Paul Gilbert sejak ia hengkang 13 tahun yang lalu. Dari video ini Mr. Big akan kembali ke warna musik yang seperti dulu pertama mereka peragakan Skill, Catchy & Rock.



Wisata pertama mereka dimulai di Jepang pada bulan Juni 2009. Mudah-mudahan ada EO dalam negeri yang mengundang mereka kembali.









Continue Reading »