Powered by Blogger.

Labels

Showing posts with label Know how. Show all posts
Showing posts with label Know how. Show all posts

Thursday, October 21, 2010

Sejarah Permainan Catur



Dari mana asal-usul permainan catur? Bagi banyak pecatur di level tinggi, ini tak hanya sebuah pertanyaan sejarah, namun terkait erat dengan soal kepemilikan, dominasi. Kita kehilangan kesadaran universal tentang asal-usul permainan 64 petak hitam-putih seperti halnya saat setiap gerakan yang kita lakukan membuat perubahan bagi dunia.


Dari Wikipedia, permainan catur pertama kali ditemukan di masyarakat Persia dan Arab. Kata “catur” sendiri berasal dari kata “chaturanga” yang dalam bahasa Sanskrit berarti “empat divisi ketentaraan.”



Catur kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai varian permainan sampai kemudian kita kenal seperti sekarang.


Permainan ini awalnya menyebar sampai ke Timur dan India dan menjadi salah satu pelajaran di keluarga kerajaan dan ningrat Persia. Pemuka agama Budha, pedagang yang lalu-lalang di Jalan Sutra mulai memperkenalkan papan catur untuk permainan ini.


Chaturanga masuk ke Eropa melalui Kerajaan Byzantine Persia, dan menyebar ke Kaisaran Arab. Pemeluk agama Islam kemudian membawa catur ke Afrika Utara, Sisilia dan Spanyol pada abad ke-10.


Permainan ini kemudian menjadi popular di Eropa. Dan, pada akhir abad 15, permainan ini lolos dari daftar permainan yang dilarang Gereja. Pada abad modern mulai lahir buku-buku referensi catur, kemudian penggunaan jam catur, serta sejumlah aturan permainan dan pemain-pemain hebat.
Continue Reading »

Saturday, October 2, 2010

Burung Maleo, Burung Antipoligami



Burung yang memiliki bulu berwarna hitam, kulit disekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah muda keputihan. Diatas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa, tapi biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibandingkan burung jantan.


Maleo Senkawor atau Maleo, dalam nama ilmiahnya Macrocephalon Maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.



Keunikan dari burung Maleo ini adalah saat baru menetas anak burung Maleo sudah bisa terbang. Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram perbutirnya dengan ukuran rata-rata 11 cm. Yang paling membuat saya terkejut adalah keunikan burung Maleo adalah hanya memiliki 1 pasangan seumur hidupnya. Jadi burung Maleo ini tidak berpoligami, salah satu hal yang dapat dicontoh dari burung Maleo ini.


Burung Maleo merupakan burung endemic yang hanya bisa dijumpai di Pulau Sulawesi. Burung yang dikenal antipoligami itu hanya bisa hidup dan bertelur didekat pantai berpasir panas atau di pegunungan yang memiliki sumber mata air panas atau memiliki energi panas bumi.


Namun pengalihan fungsi belasan hektar hutan dikawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Gorontalo menjadi hutan produksi, mengancam populasi dan habitat burung Maleo.


sumber wikipedia
Continue Reading »

Friday, August 13, 2010

Mati Suri

UnLabel - Serem juga topik yang disajikan Kick Andy tadi malam. Kalau biasanya Kick Andy membahas tentang kehidupan, kini saatnya tentang kematian yang menjadi bahasan. Bukan untuk melempar polemik ataupun menakut-nakuti. Namun lebih kepada wacana bahwa kematian sementara ini memberikan hikmah positif bagi yang mengalaminya. Siapa tahu juga bisa membuat Anda merenung sebentar dan menyarikan manfaat dari kebesaran Tuhan itu.


Subur Satyawan, Cucu Valianto, August Melasz dan Aslina adalah sebagian dari mereka yang pernah mengalami mati suri. Apa hikmah yang diterimanya, sehingga mereka bisa menata hidupnya menjadi lebih religius? Bagaimana pendapat dokter tentang fenomena mati suri, dari bahasa dan pengetahuan ilmiah medis yang berlaku hingga saat ini?





Hal inilah yang membuat saya bertanya-tanya dan mencoba mencari apa penyebab mati suri itu. Istilah mati sebenarnya ada dua (2) jenis yaitu



mati biologis & mati suri.











Kematian biologis / klinis adalah kematian hanya bila telah berhenti bernapas & jantung. Hal ini menyebabkan oksigen tidak memasuki tubuh yang akhirnya mengakibatkan kematian jaringan tubuh dan serangan jantung. Ada banyak penyebab kematian klinis seperti sesak napas, tenggelam, kecelakaan, keracunan, dan anafilaksis. Kematian biologis jauh lebih parah. Ini adalah ketika sel-sel otak mati karena kekurangan oksigen (hipoksia). Kematian biologis/kematian klinis. Dengan demikian, menanggapi kematian klinis dini yang cukup dan melaksanakan teknik penyelamatan yang tepat membuat kesempatan terbaik untuk mencegah kematian biologis dari mengambil tempat. Tentu saja membantu, mendapatkan penanganan medis lanjutan secepat mungkin juga penting.





Sedangkan mati suri adalah kematian yang terjadi setelah mati secara biologis ini berlangsung selama 2 jam setelah mati biologis. Jadi seseorang benar-benar dikatakan mati apabila 2 jam setelah tidak ada nafas / detak jantung / kerja saraf. Dalam kondisi mati suri memang seseorang dapat hidup lagi karena sel masih bisa memperbaiki diri, sel akan benar-benar mati apabila selama/lebih dari 2 jam tidak mendapat oksigen.



Mati suri memang ada di dalam ilmu ilmiah bukan mitos tapi tidak seperti yang orang-orang bayangkan setelah mati berminggu-minggu hidup lagi (kalaupun ada itu kuasa Allah SWT).
Continue Reading »