Powered by Blogger.

Labels

Showing posts with label Music Instrument. Show all posts
Showing posts with label Music Instrument. Show all posts

Monday, December 6, 2010

Epiphone Les Paul Classic 1995 Birdseye

Epiphone Les Paul Classic 1995 Birdseye, itulah nama dari gambar gitar disamping. Salah satu perlengkapan bermusik saya yang setia menemani selama 5 tahun terakhir. terinspirasi oleh Jimy Page dan Slash yang menggendong Gibson Les Paul, membuat saya ingin untuk memiliki sebuah gitar Les Paul dengan solid body yang padat dan sexy, Epiphone menjadi pilihan karena saya tidak mampu membeli Gibson yang harganya mahal.


Waktu saat membeli pun tidak tau akan spesifikasi gitar ini, karena saya lihat dari penampilan, sound, dan pas ditangan langsung bungkus. Setelah beberapa tahun membeli baru saya mulai mencari info tentang gitar ini. Dengan hasil gitar buatan Samick, Korea. Produksi tahun 1995. dan gitar ini hanya diproduksi pada tahun 1994-1995.



Saya sudah mencoba beberapa gitar Epiphone, menurut saya ini adalah Epiphone yang terbaik, ada rencana untuk mengganti pick up, tapi saya masih suka dengan karakter suara yang dihasilkan.


Cek video dibawah untuk mendengar soundnya dengan menggunakan Amplitube 3...maaf tidak full song, uploadnya susah...hehehe.
Continue Reading »

Tuesday, June 22, 2010

IBANEZ RG320DXFM Amber

Salam blogger Indonesia...setelah sekian lama menghilang dari dunia blog, akhirnya saya bisa online juga nie walaupun cuma sebentar update blog, dan saya mohon maaf kepada teman-teman blogger yang udah pada mampir tapi saya belum sempat mampir balik, saking sibuknya sama pekerjaan dan males online hehehe.


Kali ini saya juga bingung mau menulis apa, tapi kebetulan saya lagi pengen jual gitar nie. Gitar buatan anak bangsa ini gak jauh beda dengan gitar-gitar buatan luar negeri, malah kualitas gitar-gitar buatan Indonesia lebih baik dari pada gitar buatan Ci**. "I Love Indonesia" Gitar-gitar Indonesia juga gak kalah dalam pasar internasional, beberapa saat yang lalu saya cek salah satu toko musik di Canada, ternyata banyak gitar-gitar buatan Indonesia dipasarkan di sana, Indonesia gitu lho. by the way langsung aja ke pokok permasalahan.....





---SOLD---


Brand New IBANEZ RG320DXFM Amber


Cekidot for Ibanez RG320DXFM :










Made in: Indonesia

Finishes: AM (Amber)



Body material: Basswood with Flamed Maple top

Neck joint: AANJ

Bridge: Edge III tremolo

Hardware color: Cosmo Black



Neck type: Wizard II

Neck material: 3-Piece Maple

Fingerboard: Bound Rosewood

Inlays: Sharktooth

Frets: 24 / Jumbo



PU Config: HH

Neck PU: INF3 (Infinity 3)

Bridge PU: INF4 (Infinity 4)

Controls: 1 Volume / 1 Tone



Special Price call/sms : +6285695694805
Continue Reading »

Monday, July 13, 2009

Tanjidor

Liburan kemarin jalan-jalan ke PRJ (Pekan Raya Jakarta), ikut memeriahkan Ulang Tahun Jakarta. Eh ngeliat si Babeh maenin trompet besar, jadi terinspirasi untuk nulis. Kali ini bukan musik modern yang saya review, melainkan musik tradisional Tanjidor.



Untuk warga Betawi, mungkin tidak asing lagi dengan musik Tanjidor. Alat musik berukuran besar seperti terompet ini diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai 16. Menurut sejarawan, dalam bahasa Portugis ada kata tanger. Kata tanger artinya memainkan alat musik. Memainkan alat musik ini dilakukan pada pawai militer atau upacara keagamaan. Kata tanger itu sendiri itu kemudian diucapkan menjadi Tanjidor.



Ahli musik dari Belanda bernama Erns Heinz berpendapat bahwa Tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan memainkan musik untuk tuannya.




Sejarawan Bernama Dr. F. De Haan juga berpendapat orkes Tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kompeni. Pada abad ke 18, kota Batavia dikelilingi benteng tinggi. Tidak banyak tanah lapang. Para pejabat tinggi kompeni membangun villa diluar kota batavia. Villa-villa itu terletak di Cililitan Besar, Pondok Gede, Tanjung Timur, Ciseeng dan Cimanggis.


Di villa-villa inilah terdapat budak. Budak-budak itu mempunyai keahlian, diantaranya ada yang mampu memainkan alat musik. Alat musik yang mereka mainkan antara lain : Klarinet, Piston, Trombon, Tenor, Bas Trompet, Bas Drum, Tambur, Simbal dan lain-lain. Para budak pemain musik bertugas menghibur tuannya saat pesta dan jamuan makan.


Perbudakan dihapuskan pada tahun 1860. Pemain musik yang semula menjadi budak menjadi orang merdeka. Karena keahlian bekas budak itu dalam bermain musik, maka mereka membentuk perkumpulan musik. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan Tanjidor.


Musik Tanjidor sangat jelas dipengaruhi musik Belanda. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain : Batalion, Kramton, Banamas, Delsi, Was Tak-tak, Welmes, Cakranegara. Judul lagi tersebut berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. Lagu-lagu Tanjidor bertambah dengan membawakan lagu Betawi. Dapat dimainkan lagu-lagu gambang kromong, seperti Jali-jali, Surilang Siring Kuning, Kincir-kincir, Cente Manis, Stambul dan Persi.


Tanjidor berkembang didaerah pinggiran Jakarta, Depok, Cibinong, Citeureup, Celeungsi, Jonggol, Parung, Bogor, Bekasi dan Tanggerang. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda.


Pada tahun 1950-an orkes Tanjidor melakukan pertunjukan ngamen. Khususnya pada tahun baru Masehi dan tahun baru Cina (Imlek). Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit, mereka ngamen dari rumah ke rumah. Lokasi yang dipilih biasanya kawasan elite, seperti Menteng, Salemba, Kebayoran Baru. Daerah yang penduduknya orang Belanda. Atau daerah lain yang penduduknya memeriahkan tahun baru. Pada tahun baru Cina biasanya Tanjidor ngamen lebih lama. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Capgomeh, yaitu pesta hari ke-15 Imlek.


Pada tahun 1954, Pemda Jakarta melarang Tanjidor ngamen ke dalam kota. Alasan pelarangan tidak diketahui. Pelarangan ngamen membuat seniman Tanjidor kecewa, sebab pendapatan mereka jadi berkurang. Mereka hanya menunggu panggilan untuk memeriahkan hajatan atau pesta rakyat.
Continue Reading »

Sunday, June 7, 2009

Efek bass

Sepintas, gitar bass listrik tampak memiliki banyak kemiripan dengan gitar listrik. Mulai dari bentuk fisik, efek hingga amplifikasinya. Walaupun bass dan gitar memiliki banyak kesamaan, namun dua alat musik ini memiliki perbedaan mendasar pada respon frekuensinya. Yang dimaksud respon frekuensinya adalah bunyi yang dihasilkan oleh suatu alat yang memiliki sederetan frekuensi, keberadaan frekuensi dari yang terendah hingga yang tertinggi yang mampu dihasilkan oleh alat itulah yang disebut sebagai respon frekuensi.





Bass didesain untuk mendapatkan bunyi yang bernada sangat rendah, maka respon frekuensinya bisa sekitar 1 atau 2 oktaf dibawah frekuensi gitar listrik pada umumnya. Oleh karena itu bass dibuat dengan rentang skala (Scale leghth) yang lebih panjang dari gitar. Karena bass didesain untuk mendapatkan bunyi yang bernada sangat rendah, maka efeknya pun juga berbeda dengan efek gitar. Masih sering dijumpai seorang pemain bass yang menggunakan efek gitar untuk bass, seperti penggunaan efek Flanger, Chours, EQ atau bahkan pedal wah. Penggunaan paling sering yaitu stompboks. Padahal, kita tidak mendapat keterangan yang jelas apakah efek stompboks untuk gitar bisa juga digunakan untuk bass. Bila efek gitar digunakan untuk bass, maka sound yang dihasilkan belum tentu bisa merepro frekuensi yang sangat rendah dari bass.
Continue Reading »